Thursday, July 16, 2015

The Sixth Sense Part. 4

"Hye rin??!!! Hye rin kamu dimana??!!" teriakku

"Aku di gudang rae ahn!!! Tolong aku!!! ARH!! sakit sekali!!! Aa.. Apa itu? AAAAAAAA" teriak hye rin dengan kesakitan dan melihat penampakan seketika dia pingsan

Besi tajam yang menyebabkan tangan hye rin berdarah yang tidak lain adalah cara hantu penunggu ruang bawah tanah merasuki hye rin

"Ada apa rae ahn?? Aku mendengar suara teriakan minta tolong!" tanya hyun seok

"Iya, aku juga ada apa sebenarnya?" tanya hyo mi

"Hye rin terjebak di dalam gudang dan pintu itu terkunci dengan sendirinya, Firasatku mengatakan bahwa hye rin di jebak oleh hantu bawah tanah.. Aku harap dia tidak apa-apa?! Hyun seok apa kau bisa menolongku?" jelasku pada mereka

"Baiklah!!" jawab hyun seok

"Bagaimana denganku?" tanya hyo mi

"tolong persiapkan handuk, P3K .. Dan berdoalah untuk kami" jawabku

"Baik" jawab hyo mi

 Gudang.

"Hye rin!!!! Apa kau bisa mendengarku?" teriakku

"Rae ahn tolong.. Sakit!" rintihnya

"Astaga.. Hye rin bertahan lah!!. Hyun seok tolong kau dobrak pintunya, hye rin berada jauh dr pintu" pintaku..

"Baiklah" jawab hyun seok

"Bar" pintu terbuka

"Astaga hye rin!!! Hyun seok tolong angkat dan bawa dia kerumah" mintaku

"Iya" balas hyun seok sambil membawa hye rin ke dalam rumah

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi di gudang ini?" ucap di dalam hatiku & stelah itu aku ke dalam rumah


"kemarilah akan aku bersihkan hye rin" balas hyo mi

"Bagaimana hyun seok? Apakah hye rin sudah sadar?" tanyaku

"Slama ini dia masih pingsan dan belum ada reaksi apapun darinya" ungkapnya

"Oh Tuhan lindungilah hye rin" doaku

"Hmm.. Bagaimana mungkin hye rin ke gudang itu? Dan terluka.." tanya hyo mi

"Aku tidak tahu.. Yang aku dengar hanya suara minta tolong hye rin saat dia terjebak dlm gudang" jawab hyun seok

"Tapi menurutku dia terpancing oleh arwah yang berada di ruang bawah tanah gudang.. Arwah itu menyerupai suaraku atau suara kalian dan hye rin tanpa sadar pergi ke gudang seakan-akan kita yang meminta pertolongan, tapi sebenarnya yang memanggil adalah arwah penunggu ruang bawah tanah itu" ungkap pengelihatanku

"Iya mungkin kejadiannya seperti itu.." respon hyo mi

"Ya mungkin kau benar rae anh, smoga saja besok hye rin sadar.. Amin" harap hyun seok

"Amin" balas hyo mi dan aku

Keesokan harinya

"Mmm.. Aw, tangan dan kepalaku sakit sekali!!" rintih hye rin kesakitan

"Hye rin! Kau sudah bangun.. Ada apa?" tanyaku

"Rae anh.. Kepala dan tanganku sangat sakit, sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya hye rin padaku

"Jadi semalam kamu terpancing oleh arwah yang berada di ruang bawah tanah gudang.. Arwah itu menyerupai suaraku dan kau tanpa sadar pergi ke gudang seakan-akan aku yang meminta pertolongan, tapi sebenarnya yang memanggil adalah arwah penunggu ruang bawah tanah itu. Ketika aku dan hyun seok menjemputmu kau sudah terbaring lemas" jelasku

"Astaga.. Aku baru ingat kejadian semalam, tapi apa aku bisa kuliah dengan keadaan seperti ini ya?" tanya hye rin

"Lebih baik kamu kuliah hye rin, karena aku khawatir dengan keadaan kamu ketika di sini sendiri" saranku

"Iya aku setuju dengan pendapat rae ahn" seru hyun seok

Di kampus

"Hye rin!! Ada apa denganmu? Kenap ada luka di badanmu?" tanya jeong ki ketika aku dan hye rin masuk ke dalam kelas

"Semalam hye rin di jebak oleh hantu penunggu ruang bawah tanah" jawabku

"Haha.. Ah itu tidak mungkin! Aku tidak percaya itu hahaha" balas jeong ki

"Terserah.. Jika kau tidak percaya, itu terserah padamu kami hanya menceritakan saja"

"Memang apa yg terjadi pada kalian smalam?" tanya jae jin

“jadi seperti ini.. tadi malam hye rin menginap di rumahku karena orang tuanya sedang berada di luar kota, sekitar jam 2 malam aku pergi ke toilet dan hye rin terbangun karena ada orang yang menyerupai suaraku memanggilnya dari gudang tua, hye rin lalu menghampirinya.. tapi sayangnya suara itu menjebaknya di gudang tanpa sadar pintu gudang terkunci dengan sendirinya, lalu hye rin memanggil-manggil namaku dan aku baru sadar jika hye rin di jebak oleh hantu penunggu gudang itu. Aku terus memanggil hye rin untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja dan masih sadar..

     Aku minta tolong pada hyun seok untuk menemaniku, dan hyo mi menyiapkan barang apa saja yang di perlukan. Ketika aku dan hyun seok sampai di gudang hye rin menjerit ketakutan lalu pingsan, dalam jendela aku melihat ada sosok perempuan dengan tubuh yg tercabik-cabik tetapi dia menghilang ketika hyun seok berhasil mendobrak pintunya. Sebelumnya aku kasian melihat keadaan hye rin seperti ini tapi aku tambah khawatir jika dia di tinggal di rumahku sendiri, itu sebabnya aku membawa hye rin ke kampus.” Ceritaku pada jong ki

 “astaga! Itu benar-benar mengerikan.. bagaimana keadaanmu sekarang hye rin?” tanya jong ki

“lukaku masih sakit dan kepalaku masih pusing..” jawab hye rin

“semoga kau cepat sembuh ya hye rin” doa jong ki

“iya terima kasih” kata hye rin

“rae ahn! Jika kau perlu sesuatu.. hubungi saja aku, aku siap kapan pun kau perlu ” saran jong ki

“baiklah.. terima kasih ” kataku

     Pada pertengahan jam pelajaran hye rin meminta ijin ke ruangan kesehatan, aku bertanya apakah ingin aku temani? Tetapi dia menjawab tidak usah. Tidak lama setelah hye rin ijin ke ruangan kesehatan, semua orang gempar tentang kabar ini.. salah satu dosen memberitahu bahwa aku harus segara menjenguk hye rin di ruangan kesehatan, dan yang aku temukan adalah 


to be continue to The Sixth Sense part 5

Monday, July 6, 2015

The Sixth Sense Part.3

Setibanya Kami di rumah kontrakanku, aku sudah merasakan ada sesuatu yang janggal di depan pintu rumah.. Kenapa? Karena aku melihat ada sosok nenek-nenek yang sedang duduk di teras dan dengan tajamnya melihat kami yang baru tiba di rumah, seketika aku menahan teman dan sepupuku untuk melangkah
"Berhenti!" tahanku

"Ada apa?" tanya hyun seok dan jae jin

"Aku melihat sosok nenek-nenek, dia duduk di teras sana" jelasku

Sosok nenek-nenek tersebut memperingati kami

"Jika salah satu dari kalian ingin tinggal di rumah ini dengan tenang dan tidak ingin di ganggu oleh kami, kalian harus menaati semua apa yang aku katakan!
Jangan berpesta di tengah malam, jangan melakukan hal-hal yang negative, jaga selalu ucapan kalian, dan yang paling penting jangan membuka ruang bawah tanah yang berada di gudang" jelas aturannya.

Setelah dia menjelaskan aturannya sosok nenek-nenek tersebut menghilang terhembus angin.

"Astaga!" kagetku

"Kenapa?" tanya hyun seok

"Apa dia mengatakan sesuatu?" tanya jae jin

"Sosok nenek-nenek itu bilang pada kita bertiga : " Jika salah satu dari kalian ingin tinggal di rumah ini dengan tenang dan tidak ingin di ganggu oleh kami, kalian harus menaati semua apa yang aku katakan!
Jangan berpesta di tengah malam, jangan melakukan hal-hal yang negatif, jaga selalu ucapan kalian, dan yang paling penting jangan membuka ruang bawah tanah yang berada di gudang" dan setelah dia memperingatkan kita, dia pergi terhembus oleh angin" jelasku

"Ternyata kita sudah di sambut oleh penghuni yang mengetahui rahasia seluk beluk rumah hanok ini" ungkap jae jin

"Iya, kau benar" jawab hyun seok

"Ayo kita masuk" ajakku

Ketika aku membuka pintu

"Kkkrrrtt.." bunyi pintu

"Astaga.. Berdebu sekali" ucap Jae jin

"Ya.. Mungkin kita bisa membereskan rumahmu bersama-sama dengan aku, hyo mi dan jika jae jin mau kita bisa bersih-bersih besok rae ahn" ajak hyun seok

"Baiklah tapi apa aku tidak merepotkan kalian?" tanya aku

"Tentu saja tidak.. Besok aku dan hyo mi masih libur kuliah aku yakin dia juga mau membantu kamu.. Bagaimana dengan jae jin?"

"Tentu saja aku bersedia.. Kita akan membersihkan rumah barumu hingga bersih :D mungkin selama 3 atau 4 hari ini. Untungnya kita masih liburan :)" jawab jae jin dengan bersemangat
Keesokan harinya kami mulai membersihkan rumahku, dan hanya 1 hari penuh kami bisa membersihkan rumah baruku.. Ya kami bekerja sangat keras hingga sore hari kami beristirahat di teras dengan minuman segar yang sudah aku dan hyo mi sediakan..

"Wah leganya kita sudah membersihkan rumah baru rae ahn selama 1 hari penuh =D .aku akan sering-sering menginap di rumahmu rae anh ^^ ahahah tidak aku hanya bercanda ^•^" ungkap hyo mi dengan penuh ke legaan

"Hahahah tidak apa-apa hyo mi kau boleh sering-sering menginap ^^ dan kalian juga.
Terimakasih banyak ya untuk kalian yang sudah membantuku.. Jika tidak ada kalian mungkin rumah ini akan bersih dalam 3 hari ^•^" ucap terima kasihku pada hyo mi, hyun seok dan jae jin

"Ah leganya.. Rae anh kau tidak perlu berterima kasih!! Kitakan saudara.. Kita memang harus saling tolong menolong =D" balas hyun seok

"Iya rae ahn.. Walaupun kita berteman, kau tidak perlu berterima kasih.. :)" jawab jae jin

"Aku tetap ingin berterima kasih.. Karena tidak ada orang seperti kalian yang sukarela membantuku seperti ini :D" ucap terima kasihku

"Iya rae ahn sama-sama ^^" jawab mereka

"Oh iya.. Kapan kau akan pindah??" tanya jae jin

"Kemungkinan lusa aku dan kakakku akan memindahkan barang-barangku kesini.. Dan kakakku juga ingin melihat rumah ini" jawabku

"Oh jadi begitu.. Jika kau perlu bantuan kau telepon saja aku.. Aku siap membantumu :)" ucap hyun seok

"Baiklah.. Mungkin kita harus pulang sekarang, hari sudah menjelang malam" ajakku

"Baiklah, ayo kita pulang" kata mereka

Keesokan harinya aku dan kakakku mengemaskan barang-barangku dan pada hari itu aku memutuskan untuk mulai tinggal di rumah baruku. hyun seok, hyo mi, jae jin dan kakakku ingin menginap hingga aku masuk kuliah.
Tidak terasa seminggu berlalu dan akhirnya aku mulai masuk kuliah, ya benar walaupun aku mempunyai teman atau saudara.. Aku masih harus beradaptasi lagi dan setelah seminggu aku menjalani kuliah, aku mempunyai 2 teman akrab mereka adalah Han Hye Rin dan Choi Jong Ki tapi mereka tidak percaya dengan adanya hantu di dunia ini. Dan mereka berjanji padaku jika hantu menampakkan wujudnya di depan mata mereka sendiri tanpa di bantu dengan mata batin mereka akan percaya

"Rae ahn.. Orang tuaku selama seminggu pergi ke luar negeri.. Apa aku boleh sementara waktu tinggal di rumahmu?" ijin hye rin padaku..

"Tentu saja boleh, hyun seok dan hyo mi juga akan menginap malam ini" jawabku

"Wah terima kasih ya =D" balasnya

"Iya sama-sama" balasku

Ketika di rumahku

"Ini kamar tamu untukmu, silahkan kau beristirahat" menunjukan kamar untuk hye rin

"Baiklah.. Rae anh! Apakah aku boleh bertanya padamu?" tanyanya

"Tentu saja.. Kau mau tanya apa?" jawabku

"Tolong jangan anggap pertanyaanku serius ya.. Kenapa kau memilih tinggal disini? Kakakmu bukannya tinggal di hotel milik perusahaan ayahmu? Kenapa kau tidak tinggal bersama kakakmu?" tanyanya

"Oh itu.. Aku lebih menyukai tinggal di daerah tropis seperti disini.. Angin alam yang sejuk membuatku lebih menyatu dengan alam dan lebih berkonsentrasi untuk mengerjakan hobiku. Iya, memang benar kakakku tinggal di hotel milik perusahaan keluargaku.. Dan aku hanya ingin tinggal di rumah bukan di hotel" ungkapku

"Oh memang hobimu apa?" tanya hye rin

"Hobiku menulis novel dan koleksi novelku ada di rak buku itu" jawabku sambil menunjuk ke rak buku

"Oh ya?! Wah aku suka sekali dengan novel.. Bolehkah aku membaca novelmu?" tanya hye rin dengan antusias

"Tentu saja.. Kau boleh pilih judul novel sesuka hatimu" jawabku

Setelah itu aku mengetik novel baru di laptopku dan hye rin membaca novelku hingga tertidur. Waktu menunjukan jam 10 malam lalu aku tidur, hingga pada jam 11 malam aku terbangun dan pergi ke kamar mandi karena dinginnya air hujan yang sedang turun.
Di sisi lain hye rin yang tertidur lelap, terbangun oleh suara yang serupa dengan suaraku..

"Hye rin!! Hye rin!!! Tolong aku!!" suara teriakan seorang gadis

"Eh? Umm?! Suara siapa itu? Dimana rae ahn?!" tanya hye rin yg terbangun

"Tolong hye rin!!! Tolong aku!! Aku terkunci di gudang!!!" teriak seorang gadis lebih meyakinkan hyerin

"Rae ahn!!! Tunggu aku!! Aku akan ke sana!!" teriak hye rin sambil bergegas tolong gadis itu.

Beberapa menit kemudian hye rin bingung tidak ada seorangpun berada di gudang dan ketika hye rin masuk ke dalam gudang, dengan sendirinya pintu gudang terkunci dan hye rin kaget lalu minta tolong dengan paniknya, aku yang sedang cuci tangan kaget mendengar suara minta tolong hye rin.. Sontak aku mencari asal minta tolong hye rin

Tuesday, June 23, 2015

The Sixth Sense Part. 2

2 minggu setelah aku berlibur dan menunggu untuk mulai kuliah, aku dan jeremy pergi ke rumah sepupuku untuk
menanyakan rumah kontrakan kosong di daerah tempat tinggal mereka..

"Tok! Tok! Hyo mi! Hyun Seok apa kalian ada di rumah?" tanyaku ketika sampai di rumah sepupuku


"Iya sebentar!!.

Rae Ahn!! Apa kabarmu? Sudah berapa lama kau berada di seoul?" hyo mi dan hyun seok membukakan pintu dan memelukku

"Aku baik-baik saja ^^ . aku berada di seoul sejak 2 minggu yang lalu. Oiya perkenalkan dia jae jin, teman SMA aku di Amerika dia juga akan kuliah di universitas yang sama denganku :)" balasku

"Oh senang berkenalan denganmu" sapaan mereka satu sama lain

"Baiklah silahkan masuk, orang tuaku sedang bekerja sekarang dan kami berdua di rumah. Kau mau minum apa? Tanya hyo mi pada aku dan jae jin

"Oh begitu.. Aku hanya ingin air mineral" balasku

"Baikalah.. Bagaimana denganmu jae jin?" tanya hyo mi

"Aku juga air mineral saja" balas jae jin

"Baiklah tunggu sebentar" jawab hyo mi

"Jadi kapan kau mau melihat rumah yang kau inginkan rae ahn?" tanya hyun seok

"Sebenarnya aku ingin melihat rumahnya  hari ini tapi aku tidak tahu orang pemegang kunci rumah itu sedang sibuk atau tidak" ungkapku

"Oh soal itu aku sudah menghubungi ibu ra in yang akan menyewakan rumah itu padamu, jika kau sudah serius untuk menyewa rumah itu kita bisa datang ke rumahnya Hari ini" ungkap hyun seok

"Baiklah.. ayo Kita ke rumahnya" ajakku

Setelah kami sampai di rumah ibu ra in

"Permisi!" Seru Hyun seok

"Iya!!! Oh Ternyata nak Hyun seok Dan teman-temannya. Ayo silahkan masuk, kalian Mau Minum apa?" undang ibu ra in

"Tidak usah repot-repot ibu, Kami kesini ingin membicarakan tentang rumah yang ibu sewa. Dia rae Ahn saudariku dari Amerika Dan ia ingin menyewa rumah ibu selama ia kuliah di Korea" ungkap hyun seok

"Iya, jadi begini mulai lusa saya akan pindah ke rumah Yang ibu sewa, uangnya Saya Sudah tranfer ke rekening ibu Maka dari itu Saya ingin melihat rumahnya sekarang.. apa bisa ibu?" Jelasku

"Oh ya tadi Saya Sudah Cek rekening Dan uangnya Sudah Saya terima.. Dan tentu saja kalian bisa lihat rumahnya sekarang juga. Tapi yang harus kalian ketahui, Jangan pernah sekali-Kali membuka pintu ruang bawah tanah yang berada di gudang

karena tahun lalu ada seorang komposer yang tinggal disana Dan ketika dia ingin mencari suasana Baru untuk menulis lagu Dia nekat pergi ke sana, sebelumnya Saya Sudah memperingatkannya seperti kalian Saat ini. Dan ketika dia menulis lagu Baru, disampingnya seperti ada yang membisikan Kata-Kata ritual untuk mengundang arwah orang mati. Ketika lirik lagunya Sudah di jual semua komposer di Korea mempertanyakan lirik lagu tersebut, ketika rapat ada yang mengatakan lirik lagu itu adalah ritual untuk mengundang arwah Tidak lain untuk merasuki orang yang sedang membaca atau menyanyikan liriknya & ketika lagunya selesai Maka orang yang sedang menyanyi tersebut akan mati.

Lalu 3 Hari kemudian polisi datang ke sini untuk mencari komposer Tidak lain si penulis lagu tersebut, sayangnya ketika Salah Satu dari mereka melihat sang komposer di ruang bawah tanah di gudang, sang komposer meninggal dengan badan yang membusuk diduga dia kerasukan roh jahat sehingga dia terus menulis lagu hingga bunuh diri." Ungkap cerita oleh ibu ra in

"Astaga... ceritanya seperti film horor Amerika" balas Jae jin

"Hmm.. Kenapa Tidak mengusir roh jahat itu ibu?" Tanyaku dengan rasa penasaran

"Sebelum kalian ingin menyewa rumah itu, Aku juga Sudah memanggil pendeta agar bisa mengusir roh itu.. tapi Tidak satupun pendeta yang bisa mengusir mereka.." jawab ibu ra in

"Oh.. Baiklah, aku ingin memeriksa rumahnya sekarang" jawabku dengan santai

"Baiklah Kami semua pamit pulang dulu ibu.. sampai jumpa!" ucap salam perpisahan kami

Lanjutan (The Sixth Sense Part. 3)

Wednesday, February 11, 2015

Memformat Internal Storage Di Android

Mungkin sebagai pengguna smartphone sering mengalami masalah dalam penyimpanan memory tepatnya pada penyimpanan internal. Banyak yang mengeluh karena mereka sebagai pengguna smartphone hanya menggunakan satu sampai tiga aplikasi dan belum bisa menemukan bagaimana cara untuk melegakan memori internal yang tidak cukup menampung aplikasi lagi. maka dari itu saya akan menjelaskan bagaimana untuk melegakan memori internal di smartphone. 

sebelumnya yang harus anda ketahui cara yang akan saya bagikan adalah untuk mereset secara keseluruhan pada memori internal, jadi sebelum anda mereset di haruskan file-file yang tersimpan di kartu memori dan di penyimpanan telepon untuk di salin atau back-up ke PC karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. File-file yang akan terreset di antaranya : data-data yang bersifat note, foto, musik, video, buku telepon (sementara), aplikasi unduhan, pengaturan, dan yang lainnya.  berikut langkah-langkah mereset Internal Storage Di Android
  • Salin data-data ke PC
  • masuk ke "Setting"
  • pilih "Buat cadangan & setel ulang"
  • pilih "Kembalikan ke setelan pabrik / Reset factory setting"

Thursday, January 8, 2015

Memories : A story from the past

ah keluarga sederhana. Walaupun keluarga Seohyun adalah keluarga terpandang akan  tetapi ia merasa bahagia dengan kehangatan di keluarga kyuhyun.
Suatu hari mereka bermain di taman bunga di rumah Seohyun, Kyuhyun memberikan hadiah untuk Seohyun dan ia memasangkan mahkota bunga di kepala seohyun.
Kyuhyun      : 
Seohyun-ssi aku punya sesuatu untukmu.. tutup matamu dulu :)

Seohyun       : mwo? Hahaha arraseo oppa xD

Kyuhyun      : 
*memasang mahkota bunga* geurae, sekarang buka matamu dan lihatlah bayanganmu di air

Seohyun       : 
*melihat bayangan* wah cantik sekali mahkotanya oppa ^^ apa ini untukku?

Kyuhyun      : Ne, kau telihat sangat sangat cantik bila memakai itu ^^ . yang harus kau ingat, di masa depan nanti apabila kita terpisah aku ingin kita bersatu lagi dan bersama-sama seperti ini, apapun halangan yang memisahkan kita aku akan berusaha keras untuk melewatinya. Karena hanya takdir yang dapat memisahkan kita ^_^

Seohyun       : Aww ^^ jeongmal gomapseumnida oppa aku sangat menghargai usahamu ^_^ dan aku akan selalu ingat ucapanmu oppa :)

Di sore hari di temani matahari terbenam mereka berdua saling berpelukan dan berpisah. Pada malam harinya kedua orang tua Seohyun merencanakan akan pergi ke seoul untuk melanjutkan bisnis keluarga dan Seohyun akan mulai bersekolah di seoul. Maka dari itu ibu Seohyun memutuskan akan berbelanja keperluan Seohyun di mall dan sesampainya di mall Seohyun teringat dengan janji Kyuhyun maka dari itu Seohyun membeli sepasang kalung liontin dan sepasang boneka untuk mereka berdua. Keesokan harinya mereka berdua bertemu seperti biasa di halaman rumah Seohyun.
Seohyun       :  hmm oppa ada satu hal yang ingin aku bicarakan ._.

Kyuhyun      : yasudah bicara saja

Seohyun       : Besok pagi ayah dan ibuku akan pergi ke seoul dan aku akan mulai sekolah disana. Tadi malam aku membeli ini *memberikan kotak pada kyuhyun* untuk kenang-kenangan kita selama kita bersama di sini

Kyuhyun      : Lalu bagaimana aku menghubungimu? Dan dimana alamatmu selama di seoul? Hmm. Pasti aku sangat kehilanganmu :(

Seohyun      : Aku tahu oppa..  dan aku sudah memikirkan semua itu di dalam box itu ada nomor telepon dan alamat lengkap alamat rumahku yang baru, mungkin selama aku sekolah di seoul ayahku akan membatasi beberapa kegiatanku, aku harap kita bisa menjalin komunikasi walaupun keberadaan kita jauh.

Kyuhyun      : baiklah aku akan mendukungmu..

Seohyun       : ne, gomawo oppa ^_^

Kyuhyun      : Oya sini aku pakaikan kalung liontinmu

Seohyun       : Ne oppa :) oya oppa mungkin besok aku akan pergi ke seoul, jika kau ingin berpisah Denganku datanglah pada jam 07.00 pagi karena aku akan pergi jam 8

Kyuhyun      :Ne, aku akan datang pada jam 07.00 tunggu Aku ya ^^

Seohyun      : ne oppa :)

Keesokan harinya Seohyun dan keluarganya akan segera berangkat ke seoul, sementara itu Seohyun sedang menunggu Kyuhyun di depan rumahnya 
Kyuhyun      : *Kyuhyun datang* mianhae Seohyun-ssi aku terlambat

Seohyun      : Gwaencanna oppa.. aku ingin kita bisa bertemu di seoul dan bila kita di takdirkan bersama, aku ngin satu sekolah denganmu :)

Ayah seo      : Seohyun- ssi kajja kita berangkat ! *dari kejauhan*

Seohyun      : ne ayah aku akan menyusul. Kyuhyun oppa ini saatnya aku pergi annyeong oppa.. 
*sambil 
menuju ke mobil
#backsound super junior – she’s gone
(Dorasoneun neoreul bomyeo
Sarangi geodheogadeon
Shigani ijeya naegedo boigo ijjiman
Ibyeoriran sungancheorom
Oneungeora saenggakhaejji
Naege ireoke seumyeondeulgo
Isseoddaneun geol mollasseoseo)*

Kyuhyun       :Ne kau harus hati-hati dan jaga dirimu baik-baik.. arraseo?!! *teriak dari kejauhan*

Seohyun        : 
ne oppa :) kau juga jaga dirimu annyeong oppa ^。^)/ *teriak dari kejauhan*

Kyuhyun       : ne annyeong seohyun-ssi ^。^)/

15 tahun kemudian Seohyun sudah beranjak sebagai anak remaja dan ia memutuskan untuk  bersekolah di Sunhwa Art High School, walaupun masih anak baru disana ia sudah mendapat banyak teman baru di karenakan ia sering bernyanyi di waktu luang sehingga teman-temannya tertarik dengan suara merdu dan kepribadiannya, salah satunya adalah Kim Joong In ketua kelas di kelas A mereka yang selalu mendekati Seohyun dan Kang Seul Gi adalah teman sekelas Seohyun yang tidak suka dengan ke beradaan Seohyun semenjak orang-orang di kelas A menyukai Seohyun. Suatu ketika Kim joong in memutuskan kepada wali kelas mereka untuk menjadikan Seohyun sebagai sekertaris di kelasnya akan  tetapi Seohyun sendiri menolak.
Kim joong in       : 
seongsaengnim, bolehkah aku mengganti sekertaris kim dengan Seohyun?

Seongsaengnim  : 
Hmm.. terserah kalian tapi pengurus kelas harus menaati dan mejalani peraturan kelas

Kim joong in       : 
baiklah, Seohyun-Ssi kau menjadi sekertaris kelas ya? :D

Seohyun              : eh O.O? mianhae aku tidak bisa..

Kim joong in       : wae ._.?

Seohyun          : karena jadwalku sangat padat.. jeongmal mianhae

Kim joong in       : arraseo..

Seongsaengnim   : baiklah anak-anak mari kita mulai pelajarannya

*Di samping pelajaran di mulai joongin menuliskan surat untuk seohyun yang sedang konsentrasi dengan pelajaran*
Kim joongin       : Seohyun-Ssi apakah kau akhir-akhir ini ada acara?

Seohyun             : ne, wae?

Kim joong in      : bila kau tidak ada acara aku ingin mengajakmu menonton bagaimana?

Seohyun             : 
Hmm.. aku tidak tau bisa atau tidak tapi seingatku jadwalku padat sampai malam..

Kim joong in      : 
Allgaeseoyo. jika kau tidak sibuk hubungi aku di nomor ini ya.. *nomor joongin*

Seohyun             : arraseo..

*Pada jam istirahat kim joong in menghampiri seohyun*
Kim joong in       : 
Seohyun-Ssi apakah kau mau makan siang bersamaku?

Seohyun              : 
aku mau tapi aku membawa makanan, eotteokhe?

Kim joong in       : 
gwaenchanna bawa saja makananmu itu.. kajja  *menggenggam tangan seohyun*

Seohyun              : ne..

* Di kantin*
Kim joong in       : sebentar ya aku pesan makan dulu

Seohyun              : ne..

Kim joong in       : jadi aku dengar kau baru pindah rumah ya?

Seohyun              : ne. di karenakan keluargaku banyak tugas diberbagai kota jadi aku juga pindah.. Untungnya urusan sekolahku sudah selesai

Kim joong in       : oh jadi begitu memang kau berasal dari mana?

Seohyun              : Waktu aku berumur 7 tahun aku tinggal di Rak Ko Jae dan pindah ke busan hingga aku lulus sekolah dasar dan SMA aku pindah ke sini

Kim joong in       : oh.. kamu punya teman di sana?

Seohyun              : Iya aku punya namanya Cho Kyuhyun, waktu kita berdua masih kecil aku sering sekali Bermain dengannya

Kim joong in       : wah teman yang sangat setia ya..

*Selagi mereka berdua asik mengobrol, seul gi tidak sengaja melihat mereka dan Seul Gi semakin iri hati dengan Seohyun, maka dari itu Seul Gi menguping di belakang joongin,*
Kim joong in       : hahaha ternyata kau sangat friendly ya :)

Seohyun              : hehe teman-temanku juga berkata seperti itu ^^b

Kim joong in       : ya itu memang benar.. oya, apa kau besok malam mau kerja kelompok di rumahku?

Seohyun              : boleh.. jam berapa?

Kim joong in       : mungkin jam 6 sore

Seohyun              : baiklah aku akan ijin dengan orang tuaku dulu :)

Kim joong in       : ne. :) *bell masuk* kajja kita masuk ke kelas

Seohyun              : kajja..

*Selagi Seohyun dan Joong In masuk ke kelas, seul gi masih duduk dan merencanakan sesuatu untuk besok malam..*
Seul gi                   : aku akan menghancurkan acara kalian besok malam *smirk* 3:)

*Hujan turun pada siang hari dan bel pulang sekolah berbunyi, seohyun dan joong in sedang menunggu hujan reda..*
Kim joong in       : apakah kau sedang menunggu dijemput?

Seohyun              : ne..

Kim joong in       : orang tuamu yang menjemput?

Seohyun              : tidak, supir pribadiku yang menjemput, kau sendiri?

Kim joong in       : 
Aku membawa mobil ke sekolah.. jika kau tidak di jemput aku bersedia mengantarmu pulang :)

Seohyun              : tidak usah, itu jemputanku datang !

Kim joong in       : baiklah hati-hati ya :)

Seohyun              : ne kau juga ^^

* Keesokan harinya di sekolah*
Seohyun              : 
Joong in-ssi mianhae semalam aku tidak bisa menghubungimu karena semenjak pulang seokolah aku sudah sibuk..

Kim joong in       : Gwaenchanna mungkin nanti malam kau tidak terlalu sibuk :)

Seohyun              : nanti aku akan menghubungi Asisten Ji eunku dulu

Kim joong in       : okay, jangan terburu-buru

*Bel berbunyi*
Seongsaengnim: annyeonghaseyo hagsaeng

All                         : annyeonghaseyo seongsaengnim

Seongsaengnim: mulai hari ini kalian mendapat teman baru, mari silahkan masuk

*Kyuhyun masuk ke kelas, semenjak Kyuhyun masuk ke kelas Seul Gi terpanah dengan Kyuhyun dan ia menyukai Kyuhyun.*
Kyuhyun           : Annyeonghaseyo naneun Cho Kyuhyun Imnida. aku anak pindahan dari salah satu Sekolah di Rak ko Jae, mohon kerja samanya*membungkuk*

*Seohyun tiba-tiba teringat dengan teman masa kecilnya yaitu Cho Kyuhyun dan ia selalu memperhatikan gerak-gerik tubuh Cho Kyuhyun, ia terpaku oleh kalung yang di pakai Cho Kyuhyun. Selagi guru mempersilahkan duduk di samping Seohyun. Kyuhyun berjalan menuju bangkunya dan seohyun ingin berkenalan dengannya.*

Seohyun            : Kyuhyun-Ssi, naneun Seohyun imnida *menjabat tangan*

*Kyuhyun kaget bila mendengar nama Seohyun dan pikirannya selalu tertuju oleh teman masa kecilnya, lalu ia membalas salam Seohyun*
Kyuhyun           : ne, naneun Cho Kyuhyun imnida, bangapta

Seohyun            : nado bangapta.. mmm... bolehkah aku melihat kalungmu?

Kyuhyun           : ne, ini *memberi kalung*

Seohyun            :  *membuka liontin* bentuk kalung ini sama dengan kalungku yang aku berikan pada Kyuhyun oppa saat masih kecil *kaget*

*Joongin terus menerus memperhatikan Seohyun dan ia takut jika seohyun jatuh cinta dengan Cho Kyuhyun*
Kyuhyun           : Seohyun-Ssi. gwaenchannayo?

Seohyun            : ne, gwaenchanna

*Pada jam istirahat Seohyun ingin ia dan kyuhyun di tinggalkan oleh Joongin*
Kim joong in       : Seohyun-Ssi kajja kita makan siang

Seohyun              : Mianhae aku ingin makan siang bersama Kyuhyun jadi tolong tinggalkan aku

Kim joong in       : arraseo

Seohyun              : Gomawo *Menghampiri Kyuhyun* Kyuhyun-Ssi apa kau mau makan siang denganku?

Kyuhyun             : Baiklah tapi aku membawa makanan dari rumah

Seohyun              : Gwaenchanna aku juga membawa makan, ayo kita makan bersama aku juga ingin mengobrol denganmu

Kyuhyun             : arraseo :)

Seohyun             : bolehkah aku bertanya?

Kyuhyun            : boleh

Seohyun             : Apakah kau mengingat aku? Seo joo hyun sahabat kecilmu? *Kyuhyun kaget mendengar itu*

Kyuhyun            : Bagaimana kau bisa mengatakan seperti itu? bila kau sahabat kecilku, apa kau ingat janji kita?

Seohyun            : aku selalu ingat janji kita ‘walaupun kita jauh, hanya takdir yang dapat menyatukan dan memisakhan kita’, kau pernah memberikan aku mahkota bunga dan aku memberimu Kalung liontin dan sepasang boneka di hari sebelum aku pergi.. apa kau ingat?

Kyuhyun            : Aku ingat semua itu *menatap Seohyun dan memeluknya* aku merindukanmu Seohyun-ssi x’)

Seohyun             : aku juga oppa x’) . kau tinggal dimana oppa? Bagaimana kabar keluargamu?

Kyuhyun            : Aku tinggal sendiri di daerah sekitar sini dan aku mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di sini, keadaan keluargaku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?

Seohyun            : Sekarang aku menjadi model dan penyanyi solo karena orangtuaku bilang aku cocok Dengan itu :)

Kyuhyun           : Kau memang cocok dengan itu seohyun-ssi

Seohyun            : Gomawo oppa. Oh iya apa kau mau mampir ke rumahku?

Kyuhyun           : bolehkah?

Seohyun            : tentu saja ^^ nanti aku yang akan mengantarmu pulang

Kyuhyun           : Bagaimana dengan keluargamu nanti?

Seohyun            : tenang saja oppa nanti aku akan menghubungi keluargaku dulu

Kyuhyun           : arraseo.. gomawo ne :)

Seohyun           : ne, oppa 


lanjutan ( Memories : a story from the past Part. 2)